Aku Rindu Sang Plokamator "Soekarno"

Seperti inilah potret presiden yang seharusnya dicontoh oleh pemimpin pemimpin kita di masa sekarang dan yang akan datang. pemimpin yang mau mengerti akan rakyat kecil, bukan hanya mengerti kepentingan pribadinya saja. Sungguh sangat berbeda dengan sekarang. Kemanapun presiden pergi selalu diiringi barisan-barisan pengawal yang katanya siap mengamankan sang presiden. Akan tetapi hal itu malah justru menimbulkan jarak yang jauh antara pemimpin dengan rakyatnya. Kapan rakyat kita maju kalu Pemimpinya sulit untuk dijangkau?
Seperti halnya orang tua dan anak. "Pemimpin adalah Orang tua, sementara rakyat adalah anaknya". Apabila seorang anak sering ditinggal oleh orang tuanya dan hubunganya tidak terlalu dekat makan sang anak cenderung bertindak ke hal-hal yang negatif dan tidak terkontrol. Bagaimana dengan rakyat kita yang merupakan anak dari Pemimpin bangsa besar bernama BANGSA INDONESIA?
Jujur, saya sedang merindukan sosok pemimpin seperti BUNG KARNO. Merdeka..merdeka..merdeka...itulah yang selalu beliau sampaikan di awal pidatonya. "saudara-saudaraku tukang becak, saudara-saudaraku tukang sayur.......". Itulah yang selalu disampaikan dalam sambutan pidatonya. by Panji

Berbagi Pengalaman Menjadi Bagian dari Keluarga Orang Lain

Empat Hari 3 Malam Menjadi Bagian dari Keluarga Mbah Padmo

Menjadi bagian keluarga di salah satu rumah penduduk di desa Ratu boko merupakan bagian dari kegiatan KKL III yang diselenggarakann oleh Pendidikan IPS FISE UNY.  Sebelumya kami pernah melakukan 2 kali kegiatan KKL. Yang pertama di Dataran tinggi Dieng dan yang kedua di Bromo-Bali. Sementara ini adalah yang terakhir dari rangkaian kegiatan KKL. Hari pertama kami langsung diterjunkan ke Desa Ratu Boko. Sesampainya disana, mahasiswa langsung dikumpulkan di pendopo Pendidikan IPS yang terletak tidak jauh dari tempat penduduk yang akan kami singgahi. Setelah mendapat pengarahan dan diperkenalkan dengan induk semang, kami langsung bergegas menuju rumah masing-masing sesuai dengan kelompok yang telah dibagi sebelumnya. Kebetulan saya satu kelompok dengan Hanum, Rara, Yheni, Sapti, Dan Isti Dwi.
Sesampainya di rumah Mbah kakung (Panggilan kami untuk Mbah Padmo) kami langsung di sambut layaknya saudara yang lama didak berkunjung ke rumah beliau. Disana kami langsung disuguhi aneka makanan yang sepertinya sengaja dibuat untuk manyambut kedatangan kami. Sebelumnya beliau mengatakan “anggap saja rumah sendiri”. Mbah Putri (panggilan kami untuk istri mbah Padmo) yang menyiapkan semua hidangan tersebut. Kamipun disana ngobrol dengan hangan dengan mbah kakung dan mbah putri. Kemudian kamipun shalat berjamaan dengan mbah Padmo sebagai imam kami. Setelah shalat keadaan menjadi semakin dekat, kami merasa seperti di rumah sendiri.
Di rumah tersebut hanya dihuni oleh 2 orang yang sudah paruh baya. Kata beliau hari-harinya sepi karna dilalui hanya berdua. Semua anak-anaknya sudah memiliki Istri ataupun suami. Walaupun belum menjadi manusia yang modern, beliau termasuk orang yang sadar akan pendidikan. Terbukti anak-anaknya disekolahkan dengan sekuat jiwa raga untuk menempuh pendidikan tertinggi, bahkan 2 anaknya beliau sekolahkan sampai perguruan tinggi dan sekarang sudah menjadi pegawai negeri. Padahal kebanyakan warga di desa itu berfikir bawhwa nantinya anak-anak mereka meneruskan pekerjaan apa saja yang digeluti oleh orang tuanya, dan kebanyakan dari mereka bekerja sebagai petani. Dalam keluarga ini, mbah kakung bekerja sebagai petani sementara mbah putri berjualan tembakau di pasar Ngijo.
Saya sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari keluarga Mbah Padmo selama 4 hari 3 malam. Di sana saya dajarkan bagaimana hidup disiplin dan bekerja keras serta tetap selalu meminta pertolongan terhadap Allah SWT. Setiap hari Si Mbah bangun jam 3 untuk melaksanakan shalat Hajat. Setelah itu Mbah kakung dan mbah puteri menyiapka barang dagangan yang akan dibawa ke pasar sambil menunggu waktu shalat subuh. Setelah berkumandang adzan beliau langsung bergegas menuju masjid, kamipun mengikuti keteladanan beliau. Hari akan terasa indah dan lebih semangat jika kita mau bangun pagi dan shalat subuh. Sepulang dari masjid, mbah kakung mengantar mbah putri ke pasar dan setelah itu pulang dan langsung sarapan bersama kelompok kami. Dalam keseharianya, beliau biasanya masak sendiri. Kesadaran akan kesetaraan gender dalam keluarga ini juga sudah cukup baik. Ketika sang istri tidak bisa menyiapkan sarapan pagi, simbahlah yang menyiapkanya sendiri. Lagi-lagi Saya salut dengan si Mbah.
Matahari sudah memancarkan cahayanya. Kamipun bergegas menuju kebun yang berantakan milik si mbah. Di sana kami membersihkan kebut dengan cara mencabut rumput rumput yang tidak berguna . Akan tertapi karena ketidaktahuan saya, saya malah mencabut tanaman obat yang sengaja di tanam oleh si mbah. Ternyata tanaman obat merupakan cara untuk mengobati penyakit dengan cara herbal. Kata si mbah orang jaman dulu tidak pernah membeli obat melainkan menggunakan ramuan-ramuan tradisional yang dapat diperoleh melalui tanaman obat yang mereka tanam. Kebun si mbah sekarang sudah rapi dan bersih. Meskipun kaki dan tangan kami menjadi sentapan lezat bagi para nyamuk, namun kami menikmati rasa gatal itu dan pulang ke rumah dengan gembira.
Setelah istirahat, kembali kami harus dihadapkan dengan pekerjaan rumah, yaitu membersihkan halaman rumah. Kamipun bagi-bagi tugas, ada yang menyiapkan makan siang, ada yang menyapu, mencabut rumput, ataupun membakar sampah-sampah kering. Kami melakukan itu dengan semangat. Saya jadi teringat ketika berada di rumah. Ini merupakan kegiatan yang sangat jarang saya lakukan. Padahal harusnya jika sedang di rumah, saya harus lebih rajin dari ini. Ketika sedang bersih-bersih halaman saya bertemu dengan mas Danang. Mas Danang adalah tetangga si mbah. Karna kebetulan umur kami tidak jauh beda, kamipun mulai percakapan dengan hangat. Dari percakapan tersebut saya menggali benyak informasi mengenai ratu boko dan masyarakat sekitar ratu boko. Kata Mas Danang Ada beberapa pendapat tentang situs candi Ratu Boko. Menurut mitos masyarakat setempat Ratu Boko dulunya adalah sebuah kerajaan yang dipimpin oleh prabu Boko. Terjadi simpang siur dalam perkembangan sejarah situs Ratu Boko, sebagian ada yang mengatakan bahwa Ratu Boko merupakan sebuah kerajaan, ada juga yang mengatakan Ratu Boko merupakan kawasan Candi dan sebagian lain menceritakan Ratu Boko adalah petilasan. Bukan hanya itu, dalam perkembangan seharah situs Ratu Boko sangat sulit untuk menentukan apakah situs tersebut merupakan peninggalan Hindu/ Budha, karena di satu sisi banyak penemuan yang membuktikan adanya budaya Hindu, tetapi di temukan juga adanya budaya Budha. Perkembangan sejarah yang masih diragukan kebenaranya ini menjadi sisi yang menarik dari pada situs Ratu Boko.
Sorepun berganti malam. Kami awali dengan pergi ke masjid bersama keluarga simbah. Setelah itu mempersiapkan makan malam, lalu kamipun makan  sambil ngobrol. Simbah bercerita tentang kehidupan masa lalunya yang bisa dibilang cukup susah, tetapi apabila dilalui dengan terus bertawakal pada Allah mereka yakin pasti bisa. Jerih payah yang mereka lakukanpun tidak sia-sia. Hal tersebut memberikan motivasii bagiku untuk menjadi orang yang pekerja keras dan pantang menyerah. Walaupun petani, tapi beliau tidak ingin anaknya kelak menjadi petani. Beliau ingin anaknya lebih darinya. Setelah makan malam dan bercerita banyak, kami satu kelompok harus melakukan perkumpulan di pendopo IPS untuk mendapatkan pengarahan akan apa yang harus dilekukan di esok hari.
Sepulang dari dari pendopo kami masing masing kelompok kembali ke rumah masing-masing. Keesokan harinnya hampir sama dengan hari-hari sebelumnya. Yang membedakan, pada hari ini keluarga mbah Padmo kebetulan panen padi. Oleh karena itu, dari pagi sampai menjelang sore saya bersama kelompok bekerja keras di bawah teriknya matahari untuk memanen padi milik mbah Padmu. Kulit saya yang sudah hitampun bertambah hita., tapi saya senang bisa memperingan pekerjaan si mbah. Hasilnyapun cukup memuaskan. Kami mendapatkan 4 karung beras dalam sehari. Cukup untuk makan berbulan-bulan. Padi yang dihasilkan simbah dari sawah yang kami panen tidak dijual melainkan untuk persediaan makan saja. Badan kami sakit, sepulang dari sawah kami mandi dan tidur sampai pagi menjelang.
Hari-hari yang kami laluipun lagi lagi hampir sama dengan yang kemarin kami lalui. Setelah pagi hari mambantu pekerjaan simbah, kami kembali harus mengikuti acara selanjutnya yaitu jalan jalan menelusiri Ratu Boko sembari mendapatkan penjelasan dari dosen. Banyak sekali ilmu yang dapat kami serap dari penjelajahan tersebut, antara lain dari aspek sejarah, geografi, dan sosiologi. Dosenpun menjelaskan terkait dengan bidangnya masing-masing. Misal kita berada di dekat candi, Pak Pardilah ahlinya, sementara apabila di alam bebas, Pak Hadori yang mengambil alih. Perjalanan cukup jauh dan melelahkan. Padahal bekal makanan yang kami bawa hanya sedikit. Dengan melakukan foto bareng bersama teman-teman kiranya dapat melepas penat sesaat.
Penjelajahan finish di pendopo. Kamipun bergegas menuju rumah dan kembali memulai aktifitas seperti membersihkan halaman, masak, dan lain sebagainya. Sebenarnya segala pekerjaan apabila dilakukan dengan senang hati tidak ada yang berat. Malam harinya kami harus mengerjakan laporan untuk dipresentasikan besok di penghujung acara. Sampai jam 2 kami belum bisa memejamkan mata karena dihadapkan pada tugas yang cukum membuat kami stres. Sampai-sampai adzan subuhpun berkumandang dan kemi belum juga selesai mengerjakan laporan itu. Akhirnya tepat pukul 05.30 laporan kali selesai dan bisa istirahat walaupun Cuma sebentar. Dalam pengerjaan laporan, kami bagi-bagi tugas. Dibagi menjadi 2 kelompok kecil. Apabila kelompok pertama cape dan harus tidur, maka kelompok 2 lah yang harus bekerja, demikian juga sebaliknya.
Waktu menunjukan pukul 08.00. kami harus meninggalkan simbah sendirian. Kamipun pamit hanya dengan mbah kakung, karena pada waktu itu mbah putri sudah lebih dulu pergi ke pasar. Hanya mbak Hanum yang sempat berpamitan dengan mbah putri. Walaupun hanya 4 hari di sana, tetapi perpisahan ini terasa sungguh berat bagi saya. Sampai air matapun keluar tidak tahan membendung kesedihanku. Barang-barang sudah kami kemas dan langsung menuju pendopo untuk melakukan presentasi laporan yang kami buat semalam suntuk. Saya ditunjuk teman-teman untuk mempresentasikan hasil. Jujur pada waktu itu saya sama sekali tidak siap untuk melakukanya. Saya groogi, harus berdiri di hadapan dosen, teman-teman, dap para induk semang yang hadir di pendopo. Saya akui presentasi pada waktu itu adalah yang paling buruk di antara kelompok yang lainya. Hal tersebut menjadi motivasi bagi saya untuk lebih baik dari sebelmnya. Pengalaman memang ada yang baik dan ada pula yang buruk. Bagaimana kita menyikapinya untuk menjadi lebih baik dar sebelumnya itulah yang terpenting.

Selokan Mataram

1944: Pemerintah Militer Jepang yang ada di Yogyakarta memerintahkan untuk membangun Selokan Mataram. Ini merupakan siasat Sultan HB IX dalam mengelabui Jepang, sekaligus menahan masyarakat Yogyakarta untuk dikirim menjadi pekerja romusha. Sultan menginformasikan bahwa Yogyakarta tidak bisa mendukung politik Jepang, selama tidak ada perbaikan sarana dan prasarana. Alasannya, Yogyakarta terlalu sempit, tanah produktif kurang banyak, karena sebagian kekurangan air sebagian lainnya kelebihan air.

Berdasarkan informasi dari Sultan, pihak Jepang segera mengucurkan dana guna membangun saluran air dar Sungai Progo ke daerah kering yang kekurangan air di Sleman timur. Saluran itulah yang sekarang dikenal "Selokan Mataram". Dalam bahasa Jepang dinamai "Gunsei Hasuiro".

Apaan tuh

Selasa, 25 Januari 2011 11:25 Setelah sebelumnya warga Kota Probolinggo digemparkan oleh sosok Pok Opok (Kelelawar Jadi-jadian-red). Kali ini, seorang pengusaha kopi instan yang juga guru spritual, M. Hasim Dadang warga Jl. Indragiri, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo memperlihatkan jenglot miliknya. Seperti apa? Bagaimana jenglot itu didapat?
--
MAKHLUK
aneh itu diakui  berasal dari Gunung Kawi ini. Berbentuk  makhluk mistik berbadan kecil dengan usia ratusan tahun. Danang yang mempunyai sebutan Pangeran Seto Keling mengaku kalau jenglot yang berada di tangannya ditarik dari Gunung Kawi, Malang, pada malam Jum’at Wage (20/1) lalu.
“Ini sebenarnya pesugihan tertinggi di Gunung Kawi. Sebangsa jin pesugihan. Usianya sudah ratusan tahun sejak jaman Majapahit. Dia mengaku bernama Raden Bungsu. Ya, jenisnya laki-laki,” ujar Danang kepada sejumlah wartawan di rumahnya, Senin (24/1) siang.
Untuk menarik jenglot itu, Danang tidak memerlukan ritual khusus. Bersama juru kunci di kraton Gunung Kawi, Danang hanya melakukan wiridan (dzikir) dengan secarik kain kafan di tangannya. Hanya sekitar 30 menit kemudian, jenglot itu masuk ke dalam kain kafan yang dibawanya. Selanjutnya Danang membawa jenglot itu pulang ke rumahnya menggunakan mobil.
“Sebentar saja, sekitar 30 menitan. Saya cuma duduk bersila lalu kemudian dzikir. Kalau juru kuncinya yang muda itu, kesurupan singobarong. Ada juga naga yang menjaganya,” terang guru spiritual dari tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah Mujadidiyah.
Selama dalam perjalanan pulang itu, Danang mengaku sempat berkomunikasi secara metafisik. Katanya, dia (jenglot) sempat menangis dan bertanya dengan suara anak kecil “akan dibawa kemana dan mau diapakan”. Danang kemudian menjelaskan,  bahwa jenglot itu akan dibawa ke Probolinggo. Alasan ditariknya dari Gunung Kawi dengan maksud supaya orang-orang yang datang mencari pesugihan tidak lagi percaya kepada benda atau mahluk pesugihan.
“Itu kan syirik namanya. Saya prihatin kenapa rejeki jadi seret, karena pesugihan yang seperti itu. Jadi mintanya hanya kepada Allah saja,” tegas pria yang berpenampilan modis ini. Sesuai janjinya, lanjut Danang, jenglot itu akan dikubur di atas sebuah bukit di Probolinggo.
Danang sengaja mengubur jenglot itu di Probolinggo agar bisa dipantau. Namun, ia juga merahasiakan bukit mana yang akan jadi tempat kuburannya dengan alasan agar tidak ada orang yang datang mencari pesugihan. “Rencananya akan dikubur pada Rabu Wage besok malam sesuai dengan kelahiran saya,” timpalnya.
Mengenai bentuk jenglot yang dimiliki Danang, tidak seperti jenglot pada umumnya. Ukuran tubuhnya cukup tinggi  dan ‘berdaging’. Kalau dalam keadaan bersila tingginya sekitar 40 cm. Kira-kira kalau kakinya yang bersila itu diukur juga maka panjang jenglot bisa sekitar 75 – 80 cm. Bau busuk menyengat juga tercium.
Dari jenglot yang ditariknya itu, Danang mendapati sebuah merah delima yang diakui sebagai matanya, dan sebuah batu rubi juga berwarna merah yang ikut ditarik dari Gunung Kawi.
Saat ditanya soal batu delima dan rubi yang dimilikinya apakah akan dijual, Danang mengisyaratkan persetujuan jika ada pembelinya. Ketika diletakkan di halaman rumah, beberapa dupa panjang dibakar tepat di depan jenglot itu.(ndi)

Indosiar gabung ma SCTV

Indosiar mengumumkan rencana penggabungan usahanya dengan SCTV. Dewan Komisaris PT Indosiar Karya Media Tbk menyatakan persetujuan terhadap rencana merger dengan PT Elang Mahkota Teknologi, induk usaha PT SUrya Citra Media Tbk.
"Dewan komisaris mendukung rencana merger sepanjang rencana itu dilakukan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Direktur Utama Indosiar Handoko dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Senin 21 Februari 2011.
Konfirmasi ini mengakhiri spekulasi seputar penjualan saham Indosiar yang sudah banyak dibicarakan sejak tahun 2010. Januari lalu Indosiar sempat membantah kabar bahwa perusahaan menjadi target akuisisi sebuah perusaahan televisi di Singapura.
Adapun pada bulan Desember 2010 muncul isu bahwa ABC Development Corporation berminat membeli saham Indosiar. ABC Development merupakan perusahaan media asal Filipina yang memiliki jaringan TV5. Direksi Indosiar membantah isu ini melalui situs resmi Bursa.
Famega Syavira Putri (redaksi[at]yahoo-inc[dot]com)

Janji Irfan Untuk Indonesia

Indonesia Harus Menangi Semua Pertandingan

Liputan 6 - Jumat, 10 Desember
Liputan6.com, Jakarta: Kemenangan harus terus diraih Indonesia untuk juara. Dan itu diperlukan kerja sama tim yang baik agar bisa mencapainya. "Jika ingin ke final, kita harus memenangi semua pertandingan," tutur Irfan Haarys Bachdim, pemain naturalisasi keturunan Belanda di Jakarta, Kamis (9/12).
Irfan tak mempersoalkan perihal pertandingan Indonesia melawan Filipina yang kedua leg pada 16 dan 19 Desember nanti digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. "Yang penting kami memenangi setiap laga yang dimainkan. Dengan begitu kami berkesempatan melangkah ke final," tutur pria kelahiran Amsterdam, Belanda, 11 Agustus 1988.
Leg pertama semifinal Piala AFF 2010 antara Indonesia dan Filipina sedianya akan digelar di Filipina. Namun karena stadion di Filipina tak memenuhi standar, maka pertandingan akan dipindah ke Jakarta. "Kesulitannya adalah tak ada satu stadion pun yang memenuhi syarat sesuai yang dimintakan untuk sebuah pertandingan internasional," jelas Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Nugraha Besoes.
Filipina menjadi tim kejutan dalam ajang sepakbola Piala AFF. Pada babak penyisihan grup B secara mengejutkan Filipina menaklukkan juara bertahan sekaligus tuan rumah Vietnam dengan skor 2-0. Meski menjadi runer up grup B, Filipina menjadi satu-satunya tim di grup B yang tak terkalahkan [baca: Dampingi Vietnam, Filipina Tantang Indonesia].(AIS)

SAATNYA INDONESIA KEMBALI MENJADI MACAN ASIA

Jakarta - Mengawali pertandingan dari bangku cadangan, Bambang Pamungkas tampil sebagai pahlawan Indonesia saat bersua Thailand. Dua gol Bepe dari titik penalti membawa Indonesia menang 2-1.

Bermain di depan puluhan ribu pendukungnya sendiri di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (7/12/2010), Indonesia tertinggal lewat gol Suree Sukha di menit 69.

Bambang yang baru dimainkan di menit 58 menggantikan Irfan Bachdim tampil sebagai pahlawan dengan dua penaltinya yang meluncur mulus ke gawang Thailand di menit 80 dan 88.

Kemenangan ini membuat Indonesia mencatat hasil sempurna selalu menang dari tiga pertandingan dan mengoleksi angka sembilan. Sedangkan Thailand tersisih karena dengan nilai dua, mereka kalah bersaing dengan Malaysia.

Di pertandingan lain yang berlangsung bersamaan di Palembang, Malaysia tampil meyakinkan dengan melipat Laos dengan skor 5-1. Dengan nilai empat, Malaysia melenggang sebagai runner-up.

Jalannya pertandingan
Indonesia sempat menguasai pertandingan di 10 menit pertama. Di menit kelima, tendangan sudut Tony Sucipto disambut Muhammad Roby dengan tandukannya, tapi arahnya melebar.

Setelahnya, Thailand lebih menguasai permainan. Menit 14, sodoran Kirait Keawsombut yang ditujukan kepada Datsakorn Thonglao dipotong kiper Markus Horison di dekat gawang Indonesia.

Setelah rehat, Thailand kian mendominasi di babak kedua. Di menit 50, Thailand nyaris mencetak gol saat sebuah tendangan keras sudah melewati hadangan Markus, tetapi diusir Maman Abdurachman di mulut gawang.

Tiga menit berselang, Indonesia ganti mengancam. Kali ini, dari umpan lambung Eka Ramdani, Cristian Gonzales menyontek bola ke gawang Thailand, tetapi arahnya tipis di kiri tiang Sinthaweechai Hathairattanakool.

Thailand kembali membuat peluang di menit 55. Kali ini, tendangan salto nan spektakuler dari Keawsombut gagal menjadi gol karena Markus dengan cekatan menepis bola.

Keawsombut secara konsisten menjadi momok pertahanan Indonesia. Di menit 64, Keawsombut kembali melakukan tendangan salto, tetapi karena tendangannya kali ini lemah, Markus mudah saja menjinakannya.

Thailand akhirnya berhasil unggul saat laga memasuki menit 69. Mendapat umpan kepala Keawsombut, sepakan deras Suree Sukha menjebol gawang Markus. Indonesia 0, Thailand 1.

Masuknya Arif Suyono menggantikan Okto Maniani setelah gol itu membuat permainan Indonesia lebih hidup. Perlahan, tim Garuda menekan pertahanan tim tamu.

Penalti! Di menit 79, Gonzales dijatuhkan oleh Panupong Wongsa dan wasit tak ayal menunjuk titik penalti. Sebelum dijatuhkan, sontekan Gonzales menyambut umpan Eka membentur tiang Thailand.

Bambang Pamungkas yang baru masuk ke lapangan di menit 58 menggantikan Irfan Bachdim sukses mengecoh Hathairattanakool dan membawa Indonesia menyamakan skor jadi 1-1.

Di menit 86, Indonesia kembali mendapat penalti saat tendangan Arif Suyono mengenai tangan Wongsa. Selain penalti, wasit juga mengusir Wongsa karena telah menerima dua kartu kuning.

Bambang yang kembali dipercaya jadi algojo mengarahkan bola ke sudut yang sama dengan penalti pertamanya dan gol! Indonesia berbalik unggul 2-1 atas Thailand!

Di menit-menit akhir, Thailand mencoba menyelamatkan peluangnya dengan bermain agresif. Namun hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada gol tambahan yang tercipta dari kedua kubu.



Susunan pemain
Indonesia: Markus Horison; Zulkifli Syukur, Maman Abdurachman, M Roby, M Nasuha; M Ridwan, Eka Ramdani, Tony Sucipto, Okto Maniani; Irfan Bachdim, Cristian Gonzales

Thailand: Sinthaweechai Hathairattanakool; Suree Sukha, Natthaphong Samana, Suttinan Phuk-hom, Nattaporn Phanrit, Datsakorn Thonglao, Teerasil Dangda, Rangsan Viwatchaichok, Panupong Wongsa, Kirati Keawsombut, Naruphol Ar-Romsawa ( arp / arp )

Bromo meletus lagi

Gunung Bromo Meletus
Oleh : Berthy B Rahawarin | 27-Nov-2010, 04:23:50 WIB

KabarIndonesia -  Setelah Gunung Merapi memuntahkan lava panasnya hingga menggegerkan penduduk di Jateng-DIY pada 26 Oktober 2010 lalu, kini Gunung Bromo yang beraksi. Diawali 50 gempa vulkanik dangkal, Gunung Bromo akhirnya meletus dengan ketinggian 1000 meter, Jumat, pukul 17.22 WIB.

"Sudah seribu meter ketinggian semburan ke arah barat daya (Malang dan sekitarnya). Pukul 17.22 WIB terjadi letusan kecil," ujar Mulyono, anggota Tim Pos Pengamatan Gunung Api Gunung Bromo di Cemorolawang, Desa Ngadisari, Probolinggo.

Dari data seismik, gunung yang mempunyai ketinggian 2.392 meter dpl ini terpantau sejak pukul 00.00-12.00 WIB mengalami 50 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 6-36 mm. Sedangkan gempa tremor secara terus-menerus dengan amplitudo 1,5-5 mm.

Menurut Mulyono, data seismik hari ini mengalami peningkatan dibandingkan Kamis (25/11).  Gunung Bromo selama 24 jam mengalami gempa vulkanik dangkal sebanyak 52 kali. Selama 12 jam terakhir tercatat gunung eksotik di Jawa Timur ini mengalami gempa vulkanik dangkal sebanyak 50 kali dengan amplitudo 6-36 milimeter. 

Meski  Gunung Bromo meletus, banyak warga yang belum memilih mengungsi. Posko-posko pengungsian pun sedang disiapkan. Bila terjadi letusan lebih besar, warga telah tahu apa yang mereka harus lakukan, yaitu menuju pengungsian-pengungsian yang telah ditetapkan.  

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi berharap, Gunung Bromo tetap lebih sering menciptakan letusan kecil. Dengan demikian akan tersita daya dan material yang dikandungnya. Jika tidak demikian, letusan dahsyat justru mungkin terjadi. (*)

3 SEKAWAN